Pembelaan Ditolak, Merebak Isu Suap


Posted by redaksi on February 3rd, 2011
sidang

BENGKULU – Harapan Gubernur Bengkulu (nonaktif) H. Agusrin M Najamudin, ST agar persidangan dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) senilai Rp 21,3 miliar agar persidangan dihentikan karena dakwaan error in persona, akhirnya kandas.

Itu seteleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dalam persidangan Selasa (1/2) kemarin menyatakan menolak eksepsi (nota keberatan) terdakwa yang diajukan penasehat hukum. Hakim juga memutuskan untuk melanjutkan persidangan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Gubernur Bengkulu non aktif Agusrin M Najamuddin.

“Mengadili, menyatakan seluruh keberatan penasihat hukum tidak dapat terima dan memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan perkara ini,” ujar Syarifudin selaku ketua majelis hakim ketika membacakan putusan sela di PN Jakpus.

Keputusan majelis hakim menolak nota keberatan terdakwa setelah mempertimbangkan dan menilai bahwa dakwaan JPU sudah dianggap cermat, tersusun lengkap.

“Memutuskan bahwa tuntutan Jaksa telah memenuhi Pasal 143 ayat 2 KUHAP, serta menimbang bahwa seluruh keberatan dari penasihat dianggap tidak punya alasaan yuridis yang kuat dan secara yuridis tidak dapat diterima,” tegas hakim.

Dengan demikian, majelis meminta kepada penuntut umum untuk melanjutkan perkara ini, “Majelis meminta untuk jadwal persidangan seminggu dua kali yakni hari Senin dan Selasa yakni dimulai tanggal 7 Februari,” katanya.

Sebelumnya, Penasehat Hukum Hukum Agusrin menyampaikan keberatan atas dakwaan JPU terhadap kliennya. Tim yang diketuai Pengacara Marthen Pongrekun menilai dakwaan JPU error in persona dengan menjadikan Agusrin sebagai tersangka.

Kuasa Hukum berpendapat yang melakukan kejahatan korupsi adalah anak buah Agusrin, Kadispenda Bengkulu, Chairuddin yang sudah dihukum oleh PN Bengkulu. Penasihat Hukum menggunakan putusan Chairuddin sebagai penguat bahwa Majelis Hakim tidak menyatakan Agusrin sebagai pelaku bersama-sama Chairuddin dalam kejahatan itu.

Agusrin dihadapkan ke meja hijau karena diduga melakukan tindak pidana korupsi yaitu menyalahgunakan uang kas daerah untuk kepentingan pribadinya sehingga diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 20,162 miliar.

Heboh Isu Hakim Disogok

Entah benar atau tidak, yang jelas setelah persidangan putusan sela kemrin, merebak isu isu tidak sedap. Isu yang menyebar lewat pesan singkat (SMS) mesterius itu menyebutkan telah terjadi upaya pungutan uang liar (pungli) kepada Kadis dalam suatu rapat tertutup. Tujuan pengumpulan uang itu disebutkan untuk menyogok mejelis hakim PN Jakpus.

“Hohon diselidiki Kepala Dinas Provinsi Bengkulu rapat untuk kumpulkan yang dari dana proyek guna nyuap hakim PN Jakpus yang menyidangkan Agusrin. Bagi masyarakat yang mengetahui dapat melaporkan ke KPK 0855875575/ 021-25578389 atau Pak Marwan Effendi JAMWAS 081314858899,” begitu bunyi SMS misterius tersebut.

SMS tersebut dikirim oleh seseorang dengan nomor HP 081358304468 dan nomor HP 081539238782.

Tadi malam, wartawan Koran ini mencoba meminta konfirmasi ke Jamwas, Marwan Effendi, namun belum berhasil. Mantan Jampidsus asal Lubuk Linggau tersebut belum bisa diganggu karena menurut stafnya sedang istirahat.

Tapi isi SMS tersebut langsung dibantah mentah-mentah oleh Kadishubkominfo Priovinsi, Ir Ali Berti. Menuurtnya tidak ada perintah kepada pejabat eselon II Pemda Provinsi untuk memberikan uang dalam rangka menyuap majelis hakim PN Jakpus. “Tidak benar SMS itu. Kami hanya menggelar rapat koordinasi. Saya himbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan SMS yang menyesatkan itu,” jelas Ali.

Gubernur Legowo

Apa tanggapn Agusrin? Menanggapi putusan sela majelis hakim tersebut, Agusrin mengaku legowo. Kadishubkominfo Provinsi, Ir Ali Berti usai menghadiri langsung putusan sela sidang mengatakan Agusrin telah mengantipasi atau siap mendengarkan keputusan sela tersebut. Mendengar putusan tersebut Agusrin menerima dengan lapang dada. “Sebagai warga negara yang patuh terhadap hukum, Pak Gubernur legowo dengan putusan tesebut,” jelas Ali.

Selanjutnya Ali mengatakan Gubernur berpikir postif dengan putusan sela majelis hakim yang menolak putusan eksepsinya. Disampaikan Ali, Agusrin menilai dengan penolakan eksepsi tersebut, dugaan kasus korupsi yang merugikan uang negara Rp 21,3 miliar dapat terbuka dengan terang benderang. Sehingga tidak lagi memojokkan Agusrin sebagai terdakwa.

“Dengan adanya penolakan eksepsi tersebut majelis hakim akan mendengarkan para saksi dan barang bukti. Positifnya masyarakat akan tahu apa yang terjadi sebenarnya bahwa Pak Gubernur tidak bersalah seperti yang dituduhkan selama ini. Namun sebagai warga negara yang baik yang taat hukum, Pak Gubernur mengkuti proses hukum yang sedang berjalan saat ini,” ujar tandas Ali.

Usulan Sidang Dikebut Dikabulkan

Ali juga mengatakan dalam persidangan kemarin Agusrin juga meminta agar persidangan dipercepat. Yakni menambah kontinuenitas sidang, yang selama ini dalam 1 minggu hanya 1 kali sidang, ditambah menjadi 2 kali sidang. “Atas permintaan Pak Gubernur, akhirnya sidang yang sebelumnya hanya 1 kali. Minggu depan jadi 2 kali, Senin dan Selasa,” ujarnya.

Ia juga mengaku sidang yang berlangsung kemarin juga diramaikan bukan hanya dari beberapa pejabat Pemda Provinsi, seperti Asisten II Pemda Provinsi, Ir Fauzan Rahim, Kadispora Provinsi Ir Edi Nevian, Kepala Inspektorat Provinsi, Drs Yohanes Noor juga dihadiri oleh beberapa pejabat Pemda Kabupaten. Misalnya saja Bupati Bengkulu Selatan, H Reskan Effendi dan Penjabat Bupati Bengkulu Tengah (Benteng), Drs Asnawi A. Lamat, M.Si. (ble)
Posted in Berita Utama
« Mahasiswa Bengkulu Tunggu Jemputan KBRI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s