Gubernur Bengkulu Bantah Korupsi


Selasa, 18 Januari 2011 15:16 WIB
Sidang Korupsi
Penulis : Siska Nurifah
JAKARTA–MICOM: Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin membantah keras, dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebutkan dirinya telah melakukan korupsi APBD Provinsi Bengkulu, hingga merugikan negara sebesar Rp20,162 miliar. 

Demikian esepsi (nota keberatan) terhadap surat dakwaan jaksa yang diungkapkan pihaknya dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa (18/1).

Menurutnya, seharusnya dakwaan tersebut tidak diajukan ke dirinya, karena yang menjadi pelaku tunggal adalah pelaku korupsi dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) provinsi Bengkulu 2006 tersebut, ialah mantan Kadispenda Provinsi Bengkulu Chaerrudin, yang sudah dihukum hingga tingkat Mahkamah Agung (MA) melalui putusan nomor 2240K/Pid.Sus/2008 tertanggal Februari 2009.

“Saya bingung kenapa bisa muncul dakwaan ini. Sudah jelas, pelaku tunggal korupsi itu adalah Chaeruddin. Itupun sudah diputus. Sebenarnya apa yang dicari dari dakwaan ini,” ungkap Agusrin.

Sebelumnya, dalam surat dakwaannya, jaksa menilai Agusrin telah turut serta melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri terkait penyaluran dan penggunaan dana bagi hasil PBB dan BPHTB Provinsi Bengkulu tahun 2006.

Agusrin selaku Gubernur Bengkulu, ungkap JPU Sunarta, telah menyetujui dan memerintahkan pembukaan rekening tambahan pada Bank BRI cabang Bengkulu di luar rekening kas umum daerah. Agusrin lantas menyetujui memindahkan dana bagi hasil PBB dan BPHTB dan penerimaan lainnya yang seharusnya disetorkan ke rekening kas umum daerah, justru ke rekening Bank BRI.

Dana tersebut pun dipergunakan tidak sesuai peruntukan dan tanpa persetujuan DORD Provinsi Bengkulu melalui mekanisme APBD sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp20,162 miliar.

Agusrin pun membantah keras dakwaan JPU tersebut. Selain karena dirinya dinyatakan terbukti tidak terlibat dalam tindak korupsi tersebut dalam persidangan Chaeruddin di MA. Dana PBB dan BPHTB tersebut pun, sudah dikembalikan lagi ke negara.

“Tidak ada uang negara yang dirugikan. Semua dana tersebut pun sudah kembali,” katanya.

Kuasa Hukum Agusrin, Marten Pongrekun, menjelaskan bahwa dalam petimbangan putusan kasus Chaeruddin tersebut, tidak disebutkan bahwa Chaeruddin melakukan korupsi secara bersama-sama dengan Agusrin.

Hal ini dinilai bertentangan dengan dakwaan jaksa yang menilai ia bersama-sama melakukan korupsi tersebut. Adapun dalil JPU yang menilai Agusrin telah menandatangani surat Nomor.900/2228/DPD.I tanggal 22 Maret 2006 perihal permohonan penambahan rekening daerah yang ditujukan kepada Menteri Keuangan adalah tidak benar.

Pasalnya, dalam putusan pengadilan terkait kasus ini disebutkan bahwa Chairudin terbukti memalsukan surat dengan membuat tanda tangan palsu Agusrin.

“Sudah jelas dalam putusan sidang Chaeruddin bahwa tandatangan permohonan penambahan rekening daerah ke Menkeu dipalsukan. Dalam putusan itupun, Agusrin dinyatakan tidak terlibat. Pihak kami kaget, kenapa tiba-tiba Kejaksaan Agung melimpahkan kasus ini,” katanya.

Dengan dakwaan ini, Gubernur yang baru dilantik 30 November 2010 lalu tersebut, terjerat Pasal 2 ayat 1, UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman Minimal 4 tahun Penjara hingga seumur hidup.

Meski sidang berjalan cukup lancar, namun puluhan massa pendukung Agusrin yang turut mendatangi PN Jakpus, berkali-kali memberikan yel-yel dukungan usai sidang. Sidang tersebutpun dijaga oleh puluhan aparat kepolisian hingga akhir persidangan. Sidang direncanakan akan digelar kembali 25 Januari mendatang. (*/OL-3)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s