Polsek Pondok Suguh Diserang Massa


17feb copyMUKOMUKO – Aksi kerusuhan massa yang terjadi di Pandeglang dan Temanggung, akhirnya merembet ke Bengkulu. Sekitar pukul 21.30 WIB tadi malam, ribuan massa dari Desa Pondok Suguh, Pondok Kandang dan desa tetangga terdekat menyerang kantor Polsek Pondok Suguh.  

Amarah massa ini dipicu dugaaan salah seorang anggota Polsek Pondok Suguh melakukan penganiayaan terhadap salah seorang warga desa tersebut Randi, seorang pelajar warga Pondok Suguh. Penyerangan ke Kantor Polsek Pondok Suguh ini karena usaha perdamaian secara kekeluargaan tidak tercapai. Rencananya oknum anggota polisi bersama keluarga Randi akan melakukan perdamaian kemarin malam di rumah Randi namun oknum polisi tersebut tidak sampai. Sehingga warga berduyun-duyun datang ke Mapolsek. Tanpa dikomandoi warga melempar kaca Polsek Pondok Suguh pecah diamuk massa. Sampai berita ini diturunkan konsentrasi massa masih berkumpul di Makopolsek Pondok Suguh.

Salah seorang warga yang hadir di tempat tersebut Sapii membenarkan kejadian ini. “Ya memang seharusnya malam ini (tadi malam, red) digelar perdamaian. Namun tidak jadi sehingga nampaknya tanpa dikomandoi warga datang ke Mako polsek,” terangnya.

Sebelumnya puluhan warga Pondok Suguh Rabu (16/2) pagi mendatangi Polsek Pondok Suguh. Mereka ingin menanyakan tentang dugaan penganiayaan yang dialami oleh Randi. Sehingga saat ini Randi mengalami sakit dan tergeletak lemas di rumahnya. Sudah dua kali berobat namun kondisi Randi yang sulit makan ini susah disembuhkan. Kejadian ini diterima Randi pada saat Polsek Pondok Suguh melakukan Razia knalpot racing di jembatan desa setempat pada (5/2) pukul 23.00 WIB. Selain Randi ada rekannya yang lain yakni Gun dan Dedi warga Desa Tunggang. Kendaraan ketiga pemuda ini menggunakan knalpot racing dan sedang menenggak minuman keras di jembatan.

Namun sayangnya, pagi kemarian warga tidak bertemu dengan petinggi Polsek Pondok Suguh, sehingga akhirnya warga pulang ke rumah masing-masing. Setelah diberikan penjelasan oleh tokoh masyarakat setempat. Menurut warga setempat Wal Afiat menjelaskan bahwa warga yang datang ke Polsek ingin menanyakan tentang dugaan penganiayaan tersebut. Memang kuat dugaan telah terjadi penganiayaan sebab saat itu Randi mengalami beberapa luka memar, seperti di bibir dan bagian muka lainnya. Yang menjadi kendala adalah Randi mengalami sakit diperutnya. Sehingga tampak lemah dan tidak mau makan. “Kami datang ke Mapolsek tadi hanya untuk menanyakan masalah itu saja. Kami ingin meminta kejelasannya apa benar atau tidak,” terangnya.

Wal Afiat pun menjelaskan bahwa Randi sudah diambil fisum terkait luka yang dialaminya. Mengapa baru mencuat sekarang? wal Afiat menyatakan bahwa Randi yang sakit baru-baru ini ditanyakan oleh orang tuanya mengaku jika telah mendapatkan perlakuan kasar. Sehingga hal ini perlu dikonfirmasikan balik kebenarannya. “Kami hanya ingin menanyakan jika benar terjadi sebatas mana pertanggung jawaban oknum aparat itu. Saat ini Randi sudah dua kali berobat namun tak juga kunjung sembuh,” terangnya.

Sementara itu salah seorang warga Sapii pun ikut membenarkan keramaian di Kantor Mapolsek Pondok Suguh. Dikatakan oleh Sapii bahwa warga ingin bertemu dengan polisi untuk menanyakan dugaan penganiayaan tersebut. Dikatakan juga bahwa Randi saat ini tengah sakit. Sudah dua minggu ini tidak mau makan.

Sementara itu Kepala Puskesmas Pondok Suguh dr. Wilson Marpaung mengatakan Randi diantar oleh orang tuanya menghadap padanya untuk visum baru Selasa malam pukul 21.00 WIB. Randi hanya mengatakan jika dia dipukul sekitar dua minggu lalu di salah satu jembatan. Namun tidak mengatakan secara rinci pemukul itu oknum aparat. “Memang dia ada datang, dan saya jelaskan bahwa kejadian yang lama jadi susah untuk diambil visumnya,” terang Wilson.

1 Motor Polisi Dibakar

Informasi yang dihimpun RB tadi malam, massa sempat membakar satu unit motor milik salh seorang anggota Polsek Pondok Suguh yang terparkir di halaman Mapolsek. Tapi belum diketahui, siapa pemilik motor tersebut. Yang jelas, motor tersebut menjadi sasaran amuk massa yang terlanjur emosi.

Sekitar pukul 00.00 WIB dinihari tadi, massa secara perlahan sudah membubarkan diri dan meninggalkan lokasi. Begitu juga dengan anggota kepolisian juga masih bertahan di lokasi dan mulai melakukan pembersihan puing-puing bangunan Polsek yang hancur karena dilempar massa.

Tampak bantuan personel dari Polres Mukomumo sejumlah 2 peleton atau lebih kurang 60 personel dipimpin Waka Polres Kompol Teguh K, S.Ik bersama perwira lainnya, Kasat Reskrim AKP Laba Meliala, S.Ik, Kasat Lantas AKP Rudy Silaen, S.Ik dan Kabag Ops Kompol Yeyen Lesmana, S.Ik serta Kasat Intel Iptu Yun Iswandi telah tiba di Mapolsek Pondok Suguh. Mereka datang menumpangi 1 truk dalmas, 2 mobil patroli L200 Strada dobel garden, dan 1 bus berangkat dari Polrea Mukomuko sekitar pukul 22.00 WIB tadi malam.

Pantauan RB, kendati massa sudah membubarkan diri, seluruh personel polisi yang diturunkan di Mapolsek Pondok Suguh tampak siaga dengan senjata lengkap. Terlihat kondisi bangunan Mapolsek rusak berat. Seluruh kaca pecah, atap bolong-bolong. Begitu pun pagar Mapolsek dari kayu, roboh.

Bara api masih terlihat dari sepeda motor bebek milik anggota polisi yang hanya tinggal kerangkanya itu. Tampaknya massa sempat merangsek masuk hingga ke dalam Mapolsek. Sementara anggota polisi yang tetap bertahan saat amuk massa merangsek masuk tak mampu berbuat banyak karena jumlah massa begitu banyak. Sejauh ini tak ada polisi yang terluka atau warga yang terlibat perusakan diamankan.

Begitu pun 4 tahanan pencurian buah sawit milik PT Agromuko Bunga Tanjung Estatet yang ditahan sejak 4 hari lalu masih berada di tahanan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kerugian yang diakibatkan amuk massa serta penyebab pasti pemicu amuk massa serta pihak-pihak yang dicurigai menggerakkan massa atau memungkinkan memprovokasi massa hingga berbuat anarkis.(del)

http://harianrakyatbengkulu.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s