Budaya mengeluh itu mental budak


DULU sebagian pejabat kita terlanda budaya menangis. Ada yang mewek gara-gara nonton film, ingat nasib veteran, nangis di negeri orang. Ada yang menangisi nasib jemaah haji yang dengan dalih demi ibadah lantas dizalimi tiada akhir. Hakim manang-isi nasib orang kecil yang baru saja dijatu-hinya hukuman. Nangis setelah mencekik leher orang lain, namanya. 

Lucunya, di kala pe-jabat menangis ter-nyata rakyat malah ada yang ketawa terpingkal-pingkal. Lucu barang-kali, padahal pejabat itu bisa saja cari simpati, biar dikira sensitif, lembur hati.

Selain menangis, budaya lucu lainnya adalah mengeluh. Kalau pemimpinnya saja mengeluh kepadarakyat, lantas rakyatnya mengeluh ke mana? Menangisi, atau mengeluhkan diri, itu sejenis masokisme. Kian menyakiti diri tambah nikmat rasanya.

Sastrawan Gerson Poyk dalam pengantarnya di buku kumpulan cerpen Pengantin Agung karya Adji Subela menyebut, ibarat orang sakit gigi, keluhan adalah obat yang meringankan. Iu im iniiun itu situasi oksimoronik (tajam-tumpul). Kata Gerson Poyk orang yang senangmasokisme itu manusia bermental budak, “…..dan menganjurkan agar manusia membunuh Tuhan agar ia menjadi Superman…….”,tulisnya.

Duh Gusti, sudah sejak 1908 para Bapak Bangsa membangkit-bangkitkan semangat agar kita jadi manusia merdeka dan tegar, tak jongkok dan meratap-ratap di depan bangsa asing, kini temyata di antara kita masih dijangkiti mental budak. Manut, nurut terhadap tekanan kemauan asing ber-balikan dari anjuran para Bapak Bangsa agar kita berdaulat di bidang politik, berkepribadian dalam budaya serta mandiri dalamekonomi. Sekarang kiranya masih dibenturkan dengan masalah besan Mental budak!

Para TKI kita diperlakukan bagai budak di negeri orang, apa iya kita sendiri bermental budak di negeri sendiri?

Ini bahaya akbar bangsa! Sebentar lagi 11.000 pekerja asing dari Korsel membanjiri bertahap PT Krakatau Steel. Belum lagi dari negara lain kelak. Selamat menjadi budak di negeri kita sendiri! – ki jenggung.

http://bataviase.co.id

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s