Dikonfrontir, Mantan Sopir Chairuddin Kembali ke BAP


BENGKULU – Sidang lanjutan dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) senilai Rp 21,3 miliar dilanjutkan Kamis (17/2) kemarin. Hakim melakukan konfrontir kesaksian mantan sopir Chairuddin, Rajab.

Berbeda dengan keterangan sebelumnya, kesaksian Rajab dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat kemarin (17/2) bertolak belakang dengan keterangannya di persidangan sebelumnya. Dengan kata lain Rajab kembali memberikan kesaksian sebagaimana keterangannya di dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) saat penyidikan masih berjalan.

Dengan tegas Rajab mengaku pernah mendengar keluh-kesah Chairuddin yang kesal dengan sikap terdakwa (Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin, ST, red) yang kerap meminta disetorkan uang. Namun tidak pernah disertai tanda terima. Bahkan Rajab juga tidak lagi membantah telah mengantar Chairuddin ke Gedung Daerah pada saat Chairuddin menyerahkan uang kepada Agusrin.

Saat menjadi saksi dalam persidangan sebelumnya, Rajab mengaku tidak pernah mendengar keluhan Chairuddin soal sikap terdakwa. Padahal di BAP, Rajab mengaku pernah mendengar keluh-kesah Chairuddin tersebut di dalam mobil saat mengantar Chairuddin ke Gedung Daerah.

Sikap Rajab yang kembali konsisten dengan BAP itu disampaikn saat dikonfrontir dengan tim penyidik dari Kejaksaan Agung, Iyas Widiarto, SH, MH yang dihadirkan dalam persidangan kemarin. Itu setelah Iyas menunjukkan bukti keterangan Rajab yang ditandatangani oleh Rajab sendiri.

Sidang kemudian dilanjutkan dengan keterangan Kusumawati selaku Direktur PT Bengkulu Mandiri. Di hadapan majelis hakim yang diketuai Syarifudin, SH, MH, Kusumawati tidak menampik adanya penyertaan modal senilai Rp 2,5 miliar yang dikucurkan ke perusahaan miliknya pada tanggal 23 mei 2007. Namun uang itu seluruhnya sudah ia kembalikan alias disetorkan ke kas daerah.

Hal senada disampaikan Heri Santosa selaku Direktur PT Sawit Madani Bahari Nusantara. Ia membenarkan adanya penyertaan modal senilai Rp 16,2 miliar pada perusahaannya yang juga dikucurkan pada tanggal 23 Mei 2007. Namun setelah dana dicairkan, sebesar Rp 14,6 miliar dari dana itu ia setorkan ke kas daerah.

Begitu juga dengan keterangan Iskandar Z.O selaku mantan Kepala Biro Ekonomi Pemprov Bengkulu yang membenarkan adanya investasi sebesar Rp 2,5 miliar untuk PT Bengkulu Mandiri dan Rp 16,2 miliar untuk PT Sawit Madani Bahari Nusantara. Investasi bermodus penyertaan modal pada kedua perusahaan itu atas persetujuan Agusrin dan Chairuddin. Dengan kata lain seluruh penyertaan modal itu diketahui oleh Agusrin.

Usai mendengarkan keterangan keempat saksi, hakim akhirnya menunda persidangan hingga Selasa (22/2) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Diantara saksi yang akan diperiksa itu Syamsul Fajri selaku mantan Kepala Biro Keuangan Pemprov Bengkulu yang tidak sempat diperiksa dalam persidangan kemarin lantaran waktu sudah tidak memungkinkan.

Dikonfirmasi, Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Santosa, SH didampingi tim JPU menegaskan, pada dasarnya keterangan saksi jelas mendukung dakwaan tim JPU. Baik keterangan Rajab maupun keterangan 3 saksi lainnya (Kusumawati, Heri dan Iskandar).

‘’Kalau kita cermati keterangan para saksi ini, jelas bahwa terdakwa tahu dan bahkan menyetujui pembukaan rekening untuk mengalihkan penerimaan dana DBH PBB dan BPHTB ini. Kami juga mempunyai serangkaian bukti berupa surat bahwa terdakwa mengetahui pembukaan rekening ini,’’ kata Santosa kepada RB kemarin.

Santosa menegaskan, keterangan saksi dalam persidangan kemarin itu sudah cukup memuaskan. Dalam artian sudah tidak lagi menyimpang dari keterangan saat di BAP. Ia juga mengharapkan kepada para saksi lainnya yang belum diperiksa untuk bersikap yang sama saat bersaksi dalam persidangan berikutnya.

Sebagaimana dakwaan JPU, Agusrin dijerat dengan pasal berlapis. Pada dakwaan primair dijerat Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 KUHP. Sedangkan dalam dakwaan subsidair dijerat Pasal 3 undang-undang yang sama. Terdakwa didakwa terlibat dalam penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukannya dan tanpa persetujuan DPRD Provinsi Bengkulu melalui mekanisme APBD sehingga mengakibatkan kerugian pada keuangan negara hingga Rp 20,162 miliar.

PH Agusrin: Ketiga Saksi Bicara Benar

Sementara itu, salah seorang penasihat hukum (PH) Agusrin, Marten Pongrekun SH berpendapat keterangan 3 orang saksi, Kusumawati, Iskandar Zo dan Heri Susanto sudah benar dan baik. Menurutnya kesaksian yang disampaikan kepada majelis hakim kemarin juga telah mempertegas bahwa Agusrin tidak terlibat dalam kasus Dispendagate.

“Apa yang disampaikan oleh ketiga saksi tadi sangat baik. Dan apa yang disampaikan mereka sudah benar. Dan kami juga berpendapat kalau keterangan ketiga saksi tadi tidak memberatkan terdakwa,” terang Marten optimis.

Atas belum adanya saksi yang memberatkan dakwaan Agusrin, hingga saat ini ia belum memikirkan akan menghadirkan saksi adecharge (saksi yang meringankan). Meski demikian PH Agusrin akan tetap melakukan evaluasi atas keterangan saksi saksi sebelum memastikan akan mendatangkan saksi yang meringankan tersebut.

“Kalau saksi sudah cukup dan tidak ada yang dianggap memberatkan, untuk apa lagi ditambah-tambah lagi. Menurut saya semua saksi-saksi yang dihadirkan dalam sidang, tidak memberatkan dakwaan Agusrin. Namun kami akan melihat lagi, sebab kedepan masih ada saksi-saksi lain yang belum diketahui apakah memberatkan atau sebaliknya meringankan. Yang jelas kami akan melakukan evaluasi dulu,” tandas Marten.

Terkait dengan sidang lanjutan yang akan digelar Selasa nanti (22/2) nanti, ia sendiri belum melakukan persiapan khusus. Sebab, ia mengaku siapa yang selanjutnya akan memjadi saksi-saksi.

“Ya agenda sidang lanjutan nanti masih pemeriksaan saksi-saksi. Kami akan memperiapkannya. Namun nama-nama saksinya siapa yang akan dihadirkan, kami belum tahu pastinya,” tegas Marten. (ble)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s