Selama 2010, Rp 10 M Duit Negara Dikorupsi


Posted by redaksi on February 19th, 2011

BENGKULU- Kasus korupsi di Provinsi Bengkulu selama tahun 2010 masih cukup besar. Menurut data Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bengkulu, jumlah kasus yang ditangani tahun 2010 mencapai 22 kasus, dengan total kerugian Negara Rp 10,1 miliar. Kasus tersebut dominan ditangani jajaran Kejaksaan sebanyak 13 kasus dengan kerugian Rp 8,195 miliar, dan 9 kasus ditangani jajaran Kepolisian dengan nilai kerugian Rp 1,9 miliar. Dibanding tahun sebelumnya, jumlah kasus tahun 2010 menunjukkan trend penurunan. Pada tahun 2008, terjadi 28 kasus dan meningkat menjadi 34 kasus pada tahun 2009. Versi BPKP, terjadinya korupsi di lembaga pemerintahan tak lepas dari kelalaian baik tingkat provinsi, kabupaten/ kota. Dengan angka kerugian yang terjadi pada 2008 sebanyak Rp 15 miliar, pada 2009 Rp12,9 miliar. Kepala BPKP Bengkulu Edy Karim melalui Kepala Bidang Investigasi BPKP Walben Damanik, Sk, MM mengatakan, kelalaian yang menyebabkan terjadinya korupsi dari segi pengawasan atas penggunaan anggaran. Sehingga meski korupsi tidak secara langsung dilakukan kepala daerah, namun oknum-oknum yang ada di bawahnya mempunyai kesempatan korupsi. “Selain memang ada niat sengaja untuk melakukan korupsi, pengawasan yang lemah menjadi faktor utama yang memuluskan niat seseorang korupsi. Harusnya pimpinan SKPD (satuan Kerja Perangkat Daerah) atau BUMN atau BUMD aktif dalam pengawasan penggunaan anggaran. Sehingga sistem pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) bisa lebih kuat. Jadi walau ada niat seseorang untuk melakukan korupsi, ini sulit karena pengawasan penggunaan anggaran yang ketat,” ungkap Walben. Penyebaran kasus korupsi ditahun 2011 meliputi Polda Bengkulu 1 kasus dengan kerugian Rp 150,5 juta, Polres Bengkulu Utara 2 kasus dengan nilai kerugian Rp 839,2 juta, Polsek Tebat Karai Kepahiang 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 101,9 juta, Polres Kepahiang 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 56,4 juta, Polres Rejang Lebong 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 28,2 juta, Polres Lebong 2 kasus dengan nilai kerugian Rp 208,1 juta dan Polres Mukomuko 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 562,2 juta. Di tingkat Kejaksaan meliputi Kejati Bengkulu 3 kasus dengan nilai kerugian Rp 4,94 miliar, Kejari Tubei 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 133,8 juta, Kejari Argamakmur 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 113,4 juta, Kejari Tais 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 57,8 juta, Kejari Bintuhan 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 168,5 juta. Serta Kejari Mukomuko 2 kasus dengan nilai kerugian Rp 897,7 juta, Kejari Seluma 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 72 juta, Kejari Kepahiang 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 134,8 juta, Kejari Kaur 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 279, 4 juta dan Kejari Bengkulu Selatan 1 kasus dengan nilai kerugian Rp 205,3 juta. “Pengerjaan fisik pembangunan menjadi temuan korupsi terbanyak di provinsi Bengkulu, pasalnya banyak proyek yang dikerjakan fiktif dan indikasi mark up serta tidak sesuai spek, namun dilaporkan telah digunakan sesuai dengan petunjuk. Ada 13 kasus proyek pembangunan yang merugikan Negara dengan nilai Rp 8,6 miliar. Kasusnya pun nyaris tersebar merata di seluruh kabupaten se provinsi,” imbuhnya. Ditinjau dari sudut pelaku, tindakan korupsi paling banyak dilakukan oleh kepala kantor/SKPD, pemimpin kegiatan, staf kantor/SKPD penanggung jawab kegiatan, pinlak/pimpro/PPK, bendahara, panitia pengadaan, panitia pemeriksa barang, tim teknis, kepala desa, kepala sekolah, ketua/pengurus koperasi, rekanan/dewan pendidikan dan perantara, direksi/kepala cabang perusahaan. “Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak penegak hukum yang ada agar kerugian negara harus dapat dipertanggungjawabkan oleh pemegang kuasa anggaran yang tidak menutup kemungkinan gubernur, bupati, dan wali Kota yang tersebar di 10 kabupaten/kota,” demikian Walben. (adn)

http://harianrakyatbengkulu.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s