Sidang Agustrin: Hari Ini, Darmawan Yakub, Salman & Alfian Bersaksi


BENGKULU – Sesuai penetapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat di persidangan Kamis (24/2), sidang lanjutan perkara korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) senilai Rp 21,3 miliar yang menyeret Gubernur Bengkulu non aktif Agusrin Najamudin, ST akan digelar hari ini.

Agendanya, mendengarkan keterangan 3 orang saksi yang pemeriksaannya tertunda lantaran hakim mendadak sakit dalam persidangan sebelumnya, Kamis (24/2). Ketiga saksi itu adalah Salman Rupni selaku Komisaris Utama PT Bengkulu Mandiri, Darmawan Yakub selaku Anggota Komisaris PT Bengkulu Mandiri dan Alfian selaku mantan Pimpinan Bank Bengkulu.

Mungkinkan persidangan akan ditunda lagi? Belum bisa dipastikan. Yang pasti saat dikonfirmasi, Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Santosa, SH didampingi ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sunarta, SH, MH membenarkan agenda sidang hari ini adalah memeriksa ketiga saksi.

‘’Ya kita tidak bisa berandai-andai. Pastinya lihat saja besok (hari ini, red) apakah pemeriksaan saksi akan ditunda lagi atau tidak. Terpenting, tim JPU kami sudah siap melaksanakan sidang. Siang ini, tim JPU sudah berangkat ke Jakarta,’’ tegas Santosa saat ditemui RB di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Santosa mengatakan, masing-masing saksi juga hingga kemarin tidak ada yang memberitahukan ketidaksiapan hadir sebagai saksi. Dalam artian, ketiga saksi siap memberikan keterangan di persidangan sebagaimana rencana dan jadwal sidang.

‘’Kepada ketiga saksi, kami harap bisa hadir dan yang pasti bisa memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dan sepengetahuannya. Boleh dikatakan, bersikap kooperatiflah, berikan keterangan sejujurnya sebagaimana dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP),’’ demikian Santosa.

Dilansir sebelumnya, dari ketiga saksi yang agendanya diperiksa hari ini, dalam persidangan sebelumnya hanya Salman Rupni saja yang sempat diperiksa. Hakim sempat menskorsing sidang 10 menit tepat di saat tim JPU melayangkan pertanyaan seputar diposisi surat pengajuan dana penyertaan modal di PT Bengkulu Mandiri. Mengingat status Salman saat itu sebagai Sekprov Bengkulu.

Akhirnya setelah diskor 10 menit, hakim kembali melanjutkan sidang. Baru saja berjalan sekitar 5 menit, mendadak ketua majelis hakim Syarifudin, SH, MH mengangkat tangan pertanda tidak sanggup lagi melanjutkan sidang. Belakangan diketahui alasan penundaan lantaran Syarifudin sakit. (sca)

http://www.rakyatbengkulu.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s